Bagaimana Donor Darah Dalam Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)?
Cerita ini dibuat saat donor darah pada tanggal 16 April 2020

Ini adalah kali ke-3 saya donor darah dibawah ancaman Covid-19, sebuah keputusan yang sangat sadar saya lakukan. Bukan sok-sokan berani menantang virus yang saat ini membuat banyak negara menjadi lumpuh sebagian.

Virus ini memang tidak terlihat, tetapi kita mengetahui bagaimana mereka bergerak. Himbauan untuk tetap di rumah ini sangat penting, tetapi tidak semua dapat dilakukan di rumah. Salah satunya Donor Darah ini.

PSBB sudah berjalan sekitar 1 minggu, saat keluar ditanggal 16 April 2020 kemarin saya sangat berharap sepanjang jalan melihat langit biru Jakarta yang katanya udah biru banget, ternyata tidak sebiru seperti yang ada di media sosial. Sama seperti biasanya. Hahaha...

Apa yang berbeda dalam masa PSBB ini di Jakarta? 
yang saya rasakan kemarin itu sebenernya sama aja seperti beberapa donor terakhir. Tidak melihat ada banyak dari pak pol yang sedang menegakkan aturan PSBB dijalanan, perjalanan lancar selama saya mengendarai sepeda motor sendiri ke RSK Dharmais dari Kalimalang Jakarta Timur.

Buat yang menggunakan kendaraan umum, mungkin akan lebih repot. Palin nyaman mungkin menggunakan taksi atau layanan antar online mobil untuk sampai di tempat donor.

Diluar masalah transportasi, semuanya berjalan dengan normal seperti 2 donor sebelumya.

Sangat penting untuk dilakukan, disiplin untuk manjaga tingkah laku kita saat kita keluar rumah. Saya yakin kawan-kawan yang baca ini sudah paham bagaimana cara menghindari agar kita tidak terkena Covid19. 

Saya akan coba tulis beberapa hal yang saya lakukan saat saya keluar rumah untuk Donor Darah.

Pakai Masker
Diawal virus ini menteror kita, kita yang sehat dibilang nggak perlu pakai masker. Sekarang kita semua diminta untuk selalu pakai masker meski kita merasa sehat, karena virus ini mungkin hanya jadikan kita alat transportasi dan tidak menyerang tubuh kita karena tubuh kita punya imun yang baik.

Cuci & Jaga perilaku Tangan kita
Saya yakin banyak yang sudah tau penjelasannya. Saya yang paling susah itu mengendalikan tangan saya untuk tidak memengang  area muka, terutama untuk menggaruk/mengusap daerah yang gatal. Saya masih mencoba untuk menjaga perilaku tangan ini.

Pergi Pulang Langsung
Kita keluar rumah hanya untuk donor darah, nggak pake mampir kemana-mana kecuali untuk isi bensin dan ambil uang di ATM. Kalau bisa ATM nya yang ada di pom bensin.

Btw, Jarak antar donor Apheresis ini 2 minggu, sama seperti masa inkubasi covid-19 selama 14 hari. Jika saya masih bisa rutin donor darah, berarti saya masih terlindung dari virus ini, dan semoga seterusnya juga masih dilindungi. AAAAMIIIIN. Mohon Doanya kawan-kawan.

OK, buat kamu yang sudah waktunya Donor Darah, yuk Donor Darah. Banyak pasien yang sangat butuh darah kalian, Stok darah di Bank Darah Sangat Amat Perlu untuk terus ditambah. 


Ferdian Kelana

Ferdian Kelana

Edu. Board Game Designer at Demeira Nusantara (www.demeira.com). #Supporter Blood4LifeID & Rumah Millennials.

0 Komentar

  • Belum ada komentar

Berikan Komentar

Kritik dan Saran